Mengenangmu Indah

Saat bulan kembali muncul dari persembunyiannya, dan matahari telah terlelap di balik malam yang pekat. Rasa kantuk mulai datang menyergap, diantara penat dan lelah yang menyelimuti jiwa ini. Perlahan ku mulai merebahkan badanku, membiarkan jiwa yang lelah ini mulai berkelana di alam bawah sadarku, terpejam mataku sembari memasuki dunia mimpi, dunia lain yang selalu bersamaku di antara lelap tidurku.

Disini, aku mulai melepaskan semua rasa lelah ini, dan kembali terbuai dalam kesegaran yang telah hilang di dunia nyata. Kulihat kau di sana, tersenyum dengan penuh pesona, sebuah senyuman yang penuh arti. Masih seperti 14 bulan yang lalu, saat terakhir kita bertemu. Tak satu katapun terucap dari bibirmu, tapi sorot matamu mampu mewakilinya, menceritakan sebuah cerita bahagia. Tanpa kata, tapi aku bisa mendengarnya. Dalam sekejap semuanya menjadi indah, dunia terlihat penuh warna, burung-burungpun seolah mengerti rasa ini sembari bersenandung lagu-lagu cinta yang penuh dengan romansa. Matahari dan seluruh alampun tersenyum, seolah membalas senyuman terindah yang kau berikan untukku.

Akupun tersenyum, mencoba memberikan yang terbaik. Namun perlahan kau mulai menjauh, seolah duniapun mulai berjalan dengan gerakan slowmotion bersama denganmu yang semakin lama tersamar dalam bayangan dan mulai menghilang. Burung-burungpun berhenti bersenandung, keceriannnya pun menghilang seperti dunia yang penuh warna mulai menjadi buram dan semakin lama menjadi gelap, pekat seperti malam tanpa bintang dan bulan yang bersembunyi di antara awan hitam.

Tersentak aku seketika, perjalananku di alam bawah sadarku mulai kembali ke dunia nyata, rasa penat dan lelahpun kembali berputar-putar menyelimuti seluruh tubuhku, semua rasa kantukpun berlarian menjauh dari kedua mata ini. Akupun tersadar, ini hanyalah mimpi, ya hanyalah mimpi.

Setelah semua jiwa yang berkelana dalam dunia indah dan penuh keajaiban kembali kedalam raga yang lelah ini. Otak kecilkupun mulai berfungsi, dan semua sel-sel syarafpun berlarian kesana kemari seolah membongkar memori yang telah lama bersembunyi bersama file-file lain yang telah aku coba delete dalam hardisk yang tertanam di kepalaku. Proses loadingnya pun tak terlalu lama, semua mozaik-mozaik cerita lalu kitapun mulai tersusun rapi seperti deretan film rol yang siap diputar di layar bioskop. Perlahan movie 5 tahun kisah perjalanan kita mulai dimainkan, dengan iringan lagu klasik yang menceritakan romansa kita. Mulai dari awal perjumpaan kita, sampai kepingan terakhir perjalanan cinta kita. Sebuah cerita yang aku harap berakhir dengan happy ending, tapi semua tak seperti mimpi kita bersama.

Kau dan akupun tahu, kisah ini harus berakhir dengan sebuah perpisahan. perpisahan yang tak pernah kita inginkan. Walau aku menganggap perpisahan dulu itu adalah luka, tapi semua ini adalah kepingan hidup yang harus kita jalani bersama. Dan sekarang semua luka ini telah membuatku menjadi tegar, untuk terus menjaga rasa ini, di sudut ruang hatiku yang paling terdalam. Aku pun kembali bersama mimpi-mimpi baru, karena aku memang seorang pemimpi. Bersama semua kenangan ini aku kembali menggapai mimpi, dan ternyata mengenangmu itu indah, seindah namamu.

Tulisan ini mungkin tak kan pernah kau baca, tapi tulisan ini aku buat untuk mengenangmu (Indah Lindartiana).