Bagai Cebong dalam Gerbong
Setelah menikmati liburan di Kampung Halaman saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta pada tanggal 25 Desember 2007, dengan menggunakan Kereta Api Express Bisnis Gumarang berharap sampai di Jakarta tepat Jam 5 pagi dan bisa langsung kerja. Berangkat dari Stasiun Bojonegoro Jam 19.45 WIB dan kereta melaju seperti biasanya. Walaupun dapat Tiket Tanpa Tempat Duduk dengan harga yang sama ake menikmati perjalanan ini. Tanpa terasa aku sudah ketiduran dalam perjalanan dan baru merasakan kalau kereta sudah berhenti cukup lama, melihat jam ternyata sudah pukul 20.45 WIB. kereta sudah berhenti cukup lama, dan ternyata baru sampai di Stasiun Kecil Randublatung yang terletak antara Cepu dan Semarang.
Lama menunggu dan sembari tiduran ternyata kereta belum meneruskan perjalanan lagi, teringat besok sudah masuk kantor akhirnya resah juga dan bertanya pada penumpang lain, ternyata di kabarkan bahwa sekitar 50 km dari kereta kita berhenti terjadi banjir yang membuat longsor tanah penopang rel kereta. Dan yang menyebalkan adalah dari pihak PT. Kereta Api (persero) tidak ada pengumuman yang jelas mengenai kejadian tersebut, dan hanya membiarkan penumpang terlantar di dalam kereta. Makin lama penumpang makin resah karena banyak diantaranya musti harus masuk kerja esok hari, kekesalan penumpang akihrnya di luapkan dengan menuju ke ruangan KA Stasiun, mereka menuntut agar kereta segera di berangkatkan. Dan ternyata KA Stasiun Randublatung tidak memiliki wewenang tersebut, berharap kereta bisa balik arah dan lewat Jalur Selatan, akan tetapi pihak KA. Stasiun tidak mamberikan wewenang buat Masinis untuk malakukan hal tersebut.
Lama terkatung-katung gak jelas kapan kereta akan berangkat jam berapa, seoarang penumpang berinisiatif mennyewa BUSĀ menuju ke Jakarta dengan mengajak yang lain tetapi dengan biaya sendiri. Hal tersebut juga menjadi alternatif akan tetapi jalur yang menuju Semarang juga terkena Banjir. Jadinya maju gak bisa mundurpun sudah nanggung. Waktu makin lama makin berputar sampai terdengar Adzan Subuh, dari pihak PT KA juga belum ada informasi mengenai kapan kereta bisa berangkat kembali. Sampai jam 6 pagi baru bisa dinyatakan kereta boleh meneruskan perjalanan.
Dengan perut yang sudah keroncongan akhirnya Kereta melaju pelan tapi pasti, sampai melewati daerah banjir yang dimaksud. Banjir ini terjadi karena hujan yang turun taj henti dari Jam 4 sore sampai jam 5 subuh. Akhirnya sampai di Stasiun Tawang Semarang semua penumpanng langsung mencari makan di pedagang asongan, dan ini merupakan berkah tersendiri buat para pedagang asongan karena dagangan mereka laris manis di serbu penumpang yang sudah kalap karena kelaparan.
Perjalanan lama-lama makin membosankan, dengan rasa penat dan juga keringat yang bikin badan jadi terasa lengket-lengket serta bau badan yang gak nyaman lagi. Akhirnya aku sampai di Jakarta jam 17.30 WIB tepatnya di Stasiun Gambir dengan selamat. Dan ini merupakan perjalanan terlama yang pernah aku tempuh untuk Jakarta-Bojonegoro. Beberapa hikmah yang di dapat adalah mendapatkan teman perjalanan yang merasa senasin dan banyak pengalaman hidup yang mereka ceritakan, dan ternyata sikap dan prilaku seseorangĀ bisa di ketahui dengan pasti saat melakukan perjalanan jauh, jadi kalau kepengen mengerti bagaimana sifat asli seseorang maka ajaklah dia dalam perjalanan jauh, disitu bakalan ketahuan bagaimana sifat dan watak aslinya. Apalagi bagi orang yang lagi PE DE KA TE sama seseorang, ini bakalan jadi resep ampuh buat mengetahui sifat asli pasangan kita :P.
Dengan rasa syukur akhirnya aku bisa kembali ke Jakarta ![]()
Freelance Wordpress Designer. Familiar with Wordpress, Blogger, Blogsome and blogdrive template. Interesting in art and design. Cebong [dot] net is my personal weblog. Do not hesitate to Contact Me for any further queries..